Minggu, 29 Juni 2014
Minggu, 13 April 2014
KETIKA TUHAN MENCIPTAKAN INDONESIA
Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja
diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, “Apa yang baru saja Engkau ciptakan,
Tuhan?” “Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama
Bumi,” kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan
Amazon. Tuhan melanjutkan, “Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang
pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara
seimbang”.
Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa
sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan
seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga
menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.
Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin,
seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta
pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.
Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, “Lalu daerah
apakah itu Tuhan?” “O, itu,” kata Tuhan, “itu Indonesia. Negara yang sangat
kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah
Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak
sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan
berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana
dan bersahaja serta mencintai seni.”
Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, “Lho, katanya tadi setiap
negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu
dimana letak keseimbangannya? ”
Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, “Wait, until you see the idiots I put in the government.” (tunggu sampai Saya menaruh ‘idiot2′ di pemerintahannya)
#sumber: http://ruangberita.com/negara-terkaya-di-dunia-yang-luput-dari-perhatian-dunia/
Rabu, 02 April 2014
SENANDUNG
BAIT
Kerlak-kerlik lamunan
bayangan tak tergambarkan
Lalulalang memoar hidup waktu
mendatang.
Terlahir kembali masa lalu
menuntut untuk berdamai dengan ku
Desah hembusan semilir nafas
beradu menjadi sebuah nafas sejuk mengundang cinta
Torehan hidup diatas kertas
berkicau agar lembaran demi lembaran terselesaikan.
Tinta terpaut kata demi kata,
merentang dari A-Z
Ide mengkrucut, menyusut
menjadi partikel kecil bertebaran dimuka bumi
Cahaya lampu neon berusaha
berdialog dengan tintaku
Rak-rak itu bernostalgia
denganku.
Kursi dan meja menuntutku
untuk mendendangkan kata-kata isi hatiku
Melepaskan semua bisikan dan
tuntutan argument mereka
Kedalam alunan simfoni ingatanku
Terkendalakan oleh sempitnya
ide gila menjulangkan diriku kedalam ide sempit
Inspirasiku terus melaju
menembus gelombang udara
Radar Neptunus tak
terhubungkan oleh radar ide kreatif yang tersembunyi
Dibalik tumpukan tulang-
benulang kertasku
Sayup-sayup ombak melambaikan
sejuta kata
Kuserap satu demi satu
Iringan musik berkobaran jiwa
membangkitkan semangat juangku
Meskipun ide kreatif itu
masih tenggelam
Tetapi gelombang suara hati
ini akan menembus dasar tumpul pikiranku.
Minggu, 16 Maret 2014
LAFAS
CINTA DALAM SURAH AR-RAHMAN
Beribu pertanyaan dalam
episode cinta kita,
Biarlah sejadah cinta yang
menjadi saksi tetesan air mata ini
Sang khaliq maha pemilik
hatilah yang mengetahui segala apa yang ada..
Cinta dalam diamkulah yang
akan berbicara dalam batin kita berdua;
Meskipun raga tak sanggup
untuk berbicara didunia nyata
Namun, sang pemilik hati
selalu mendetakkan dan membisikkan namamu disetiap do’aku… Lafas cintaku dalam
surah ar-rahman ku lantunkan untuk mu
Kau adalah anugerah yang
diberikan Allah padaku….
Sehingga berulang kali dalam
surah ar-rahman menyebutkan
"faabiayyiaalaairobbikumaatukasibaan
Seperti itulah namamu
berulang kali kulelah menantimu
Kau terus ada dan berputar
seperti malaikat yang membawa ketenangan,
Kau salah satu nikmat yang
ada dalam surah ar-rahman.
Selasa, 18 Februari 2014
CERDAS - AKHLAK = RAKUS DUNIAWI
Terkadang kecerdasan dapat mengalahkan
teriakan batin untuk menegakkan kebenaran hakiki, perombakan pikiran tak mampu
menselaraskan perombakan jiwa yang meronta.
Riuh lalang suara kecerdasan
berargumenkan kehidupan duniawi. Hilangnya kemerdekaan hakiki demi
mengkedepankan kecerdasan untuk tuntutan
terbaik dunia. Keraguan dan kekhawatiran pun
melayang tertiup kearah yang tak bertolak kerahku.
Membentengi agar tak ambruk dalam
kecerdasan yang berlebihan namun kenapa? Kecerdasan terkedepankan dari pada
panggilan darimu. Hidup terkadang sulit tertebak. Cerdas namun tak
mencerdaskan. Ilustrasimu pun tergambarkan dengan jam tanganmu, terpampang rapi
melekat ketangan dermawanmu.
Penamu terus menarikan keatas
papan putih, mencoretkan kata terpaut indah, tergambarkan begitu cerdasnya
dirimu. Lisanmu terus berkutip ini, itu. Baju tertata rapi. Apakah itu mencerminkan
kecerdasan?
Kukatakan dengan lantang TIDAK BUNG! Semua hanya
bayangan semu terbiasakan dengan kenyataan yang ada. Tertampaklah cerdas dirimu
padahal dimata tajamku ini terpancar seseorang yang sangat bodoh, yang rakus
dengan kepentingan dunia. CERDAS TAK
BERAKHLAK SAMA SAJA DENGAN ORANG BODOH RAKUS DENGAN DUNIA.
Jumat, 14 Februari 2014
PENAKU
BERBINCANG
Menolehlah
dalam diriku
Aku
berada dalam ruangan kosong yang tak berarti
Diriku
terus bergerak mencari celah setitik cahaya dalam kekosongan ini
Liriklah
dalam diriku
Aku
berada dalam keramaian aktifitas manusia
Namun
diriku tak berarti dimata mereka
Aku
tenggelam, terhanyut dalam pusaran air yang menggulung dalam ombak dan
terhempas ketepi laut menjadi sampah yang tak berdaya
Tak
ada yang melihatku dan memungut diriku
Aku
terus bergerak melambaikan tanganku diatas lembaran-lembaran kertas kosong
Berusaha
menuliskan tinta warna-warni
Penaku
tak berawal dan tak berakhir
Ini
cerita yang abstrak tak berlakon dan tak tersetting
Terus
bergerak menuju tangga impian di akhir betas pengharapan
Sejarah
hidupnya dikenang oleh dunia karena penanya
Diriku
yang kosong ini seperti sampah yang tak bernyawa
Aku
tak ingin pergi kealam sang ilahi tanpa torehan sejarahku dalam dunia ini
Aku
pun ingin dikenang dan diperbincangkan di dunia meskipun ragaku telah kaku
Biarlah
pena ku yang akan berbicara di dunia nyata.